IndiHome Tidak Berfungsi Siang Ini 22 Januari 2026, Pengguna Keluhkan Internet Hilang

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, yang lebih dikenal sebagai Telkom, baru-baru ini mendapatkan kabar menggembirakan dari anak usahanya, Telkomsel. Kinerja operator seluler terbesar di Indonesia ini menunjukkan hasil positif hingga kuartal ketiga tahun 2025.

Menurut memo informasi yang dirilis oleh Telkom, pertumbuhan kinerja Telkomsel terlihat jelas dari peningkatan Average Revenue Per User (ARPU). Angka ini mencerminkan prospek yang cerah bagi perusahaan di tengah persaingan yang semakin ketat di sektor telekomunikasi.

ARPU Telkomsel mengalami kenaikan signifikan sebesar 5,2% secara kuartalan, dari Rp41.300 menjadi Rp43.400. Ini adalah pertanda bahwa penggunaan layanan oleh pelanggan terus meningkat, menggambarkan tren positif yang menyoroti meningkatnya kebutuhan digital masyarakat.

Kinerja Positif Telkomsel di Kuartal III 2025 Memperkuat Posisi Pasar

Pertumbuhan pelanggan IndiHome juga menjadi catatan penting. Jumlah pelanggan layanan ini meningkat 7,5%, dari 10,735 juta pelanggan pada September 2024 menjadi 11,544 juta pelanggan di periode yang sama pada tahun 2025. Ini menunjukkan semakin banyaknya masyarakat yang beralih ke layanan broadband, menciptakan kebutuhan yang semakin mendesak akan konektivitas yang andal.

Selain itu, pelanggan pascabayar untuk KartuHalo juga menunjukkan kenaikan yang signifikan. Kenaikan 6,3% dari 7,682 juta pelanggan menjadi 8,168 juta mencerminkan kepercayaan masyarakat pada layanan yang ditawarkan oleh Telkomsel.

Peningkatan ini tentunya tidak terlepas dari strategi pemasaran yang efektif dan inovasi produk. Oleh karena itu, Telkomsel bisa terus bersaing dengan perusahaan lain di industri yang kompetitif ini.

Pertumbuhan Bisnis Digital yang Menjanjikan bagi Telkomsel

Segmen bisnis digital di Telkomsel berfungsi sebagai pendorong utama pertumbuhan. Pendapatan yang diperoleh dari sektor ini meningkat 7,9%, dengan angka mencapai Rp 19,607 triliun pada kuartal III 2025, naik dari Rp 18,178 triliun pada kuartal sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa layanan digital semakin diminati oleh konsumen.

Digitalisasi yang cepat di berbagai sektor kehidupan sehari-hari menjadi katalisator bagi pertumbuhan ini. Dari layanan e-commerce hingga aplikasi finansial, Telkomsel berusaha menjawab berbagai kebutuhan digital masyarakat Indonesia.

Kesuksesan di sektor digital ini tidak hanya berdampak pada pendapatan, tetapi juga pada inovasi yang sedang berjalan. Telkomsel berkomitmen untuk menjadikan diri mereka pemimpin dalam transformasi digital di Indonesia.

Laba Bersih dan Return on Equity yang Menggembirakan

Kenaikan pendapatan Telkomsel berdampak langsung pada profitabilitas perusahaan. Laba bersih yang dicatatkan pada kuartal III meningkat 11,5% secara kuartalan, mencapai Rp 4,71 triliun. Ini merupakan sinyal positif bagi investor tentang kesehatan finansial perusahaan.

Tingkat pengembalian ekuitas (Return on Equity/ROE) yang mencapai angka impresif 83,7% menunjukkan efisiensi dalam penggunaan modal perusahaan. Hal ini memberi gambaran bahwa Telkomsel bisa mengelola sumber daya mereka dengan baik guna menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham.

Indikator-indikator keuangan yang baik ini telah memposisikan Telkomsel dengan kuat di pasar dan membangun kepercayaan investor. Dengan hasil yang baik ini, perusahaan diharapkan dapat terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pelanggan.

Related posts